Islam dan Dunia Tulis Menulis

 




Islam dan Dunia Tulis Menulis

Al- qur’an turun kepada nabi Muhammad ketika beliau tidak bisa membaca dan menulis, Rasulullah mengahafal al-qur’an lalu membacakan nya kepada banyak orang dan para sahabat dengan begitu para sahabat bisa menghafalnya. Nabi Muhammad adalah orang yang tidak bisa baca tulis dan di utus oleh Allah SWT di tengah kalangan orang- orang yang tidak bisa baca tulis pula. Dan turunlah firman Allah SWT “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka yang membacakan ayat- ayat nya kepada mereka, menyucikan mereka dengan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah “ (Qs. Al-jumu’ah: 2)
 
Nah orang- orang yang tidak bisa baca tulis mengandalkan kekuatan hafalan dan ingatannya untuk menghafal Al- qur’an. Di sinilah para sahabat mulai di tugaskan oleh Rasulullah untuk menulis dan mendokumentasi kan Al- qur’an di pilihlah sahabat yang paling indah tulisanya. Setelah mengenal tulis menulis tumbuhlah Islam sebagai pusat peradaban dunia hingga pecahnya perang salib, berdirinya pusat pndidikan formal di masa Abbasiyah, ribuan masjid dan sekolah didirikan dan yang paling terkenal adalah Baitul hikmah di Baghdat dan Dr- ilm di Kairo.

Mengutip Jhn Awilson dalam The Culture Of Ancient Egypt di mulai nya tradisi tulis menulis di Mesir ketika 300 Sm. Nabi Muhammad sangat menekankan pentingnya menulis sesuatu, dia mengikuti nasihat Allah dalam Qs. Al- baqoroh :282 tentang menuliskan orang orang yang berhutang dengan benar. “ Waahai orang- orang yang beriman apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang di tentukan hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah kamu menuliskan nya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, “ begitulah isi nasehat Allah SWT.  Jadi menulis dan membaca adalah sendi utama Islam. Betapa mulia nya alat untuk tulis menulis sehingga Allah jadikan ia sumpah dalam Al- qur’an pada surah Al- qalam yang sumpah nya berbunyi ‘ demi pena dan apa yang mereka tuiskan’ (qs. Al- qalam:1).” 

Kalimat dan tulisan yang baik bukan hanya bentuk penghiburan dan alat untuk mengomunisasikan pikiran,pengalaman, hikmah dan pengetahuan, kalimat yang baik juga akan lestari dan bertahan melalui zaman dan waktu.

Jadi mari kita menulis dan mulai membaca untuk menguatkan sendi islam yaitu agama kita. 
Allah saja bersumpah demi pena, Rasululah pun menekan kan kita untuk menulis dan membaca,  di zaman Rasulullah saja para sahabat di pilih tulisan yang indah untuk bisa menulis, lalu apakah kita sia siakan kesempatan sekarang ketika kita di zaman yang mengharuskan kita menulis, bukan kah Muhammad Al-fatih juga menulis catatan harian dari kecil yang berisi strategi pembebasan Konstatinopel dan hingga dia bisa mewuudkan tulisan nya itu ketika dewasa.  


1/Post a Comment/Comments

mari berbagi komentar dengan baik, gunakan bahasa yang baik dan benar

Posting Komentar

mari berbagi komentar dengan baik, gunakan bahasa yang baik dan benar

Lebih baru Lebih lama
Ads1
Ads2